Collaborative Information Site

Jalan Cerita Dongeng Tentang Sabung Ayam Pada Jaman Dahulu

posted by agentid303 10 days ago

^

Kali ini kami ari agen situs judi sabung ayam ingin menceritakan kepada anda cerita dongeng tentang sabung ayam pada jaman dahulu. Silahkan simak artikel berikut ini. Disuatu kerajaan terdapat seorang raja bernama Raden Putra yang telah memerintah kerajaan Jengagala. Raden putra yang memiliki seorang ratu dan juga selir yang sama-sama cantik jelita. Sang ratu tersebut selain cantik, ia pun baik hati, pinta dan bijaksana.

Berbeda dengan si selir yang telah memiliki kepribadian yang buruk dan pecemburu. Ia selalu tidak rela melihat kemesraan raja dengan ratu. Karena itu, ia memiliki sebuah rencana yang kejam untuk menyingkirkan ratu tersebut dari istana. Dengan cara tersebut itu, maka ia akan menjadi ratu bagi sang raja.

Pada suatu hari, selir meminta tabib istana untuk membantunya untuk menjalankan rencana yang telah ia buat tersebut. Setelah itu mereka berdua menghadap sang raja dan mengatakan bahwa ratu berniat meracuni sang raja. Seketika itu pun sang raja menjadi marah besar.

Raja jenggala tersebut pun langsung mengusir sang ratu dari istana dan membuangnya ke hutan. Padahal pada saat itu sang ratu sedang mengandung putra mahkota dari sang raja, namun raja jenggala tersebut tidak mengetahui akan hal itu.

Setelah beberapa bulan tinggal di hutan belantara, ratu pun melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan dan juga sehat. Ratu pun menamai bayi tersebut dengan nama CINDELARAS. Dari hari ke hari ratu mengurus cindelaras seorang diri hingga cindelaras tumbuh menjadi anak laki-laki yang kuat, gagah dan tampan.

Pada suatu hari, pada saat Cindelaras membantu ibunya mencari kayu bakar, seekor elang menjatuhkan sebutir telur, tidak jauh dari tempat Cindelaras mengumpulkan kayu bakar. Kemudian Cindelaras mengambil telur tersebut dan menjaganya.

Telur yang di bawa Cindelaras akhirnya menetas dan keluarlah seekor anak ayam dari cangkang tersebut. Anak ayam tersebut, kemudian dipelihara hingga akhirnya menjadi seekor anak ayam jago yang gagah. Akan tetapi, ayam jago tersebut bukan sembarang ayam jago, melainkan ayam ajaib yang memiliki kemampuan gaib. Selain kuat dan jago bertarung, iapun bisa bernyanyi. Nyanyian yang selalu dinyayikan si ayam jago adalah tentan cindelaras dan ayahnya, Raden Putra.

"Tuanku adalah Cindelaras. Dia tinggal di hutan, dan ayahnya adalah seorang raja. Namanya adalah Raden Putra." Begitulah si ayam jago bernyanyi setiap hari nya.

Setiap hari si ayam jago selalu menyanyikan nyanyian yang sama. Pada awalnya Cindelaras tidak menghiraukannya, namun lama kelamaan timbul rasa keingintahuan dalam dirinya siapa sebenarnya ayah kandungnya tersebut. Akhirnya, Cindelaras menanyakan hal tersebut kepada sang Ratu. Kemudian, ratu pun menjelaskan semua mengenai dirinya dan juga jati diri ayahnya.

Mendengarkan cerita ibunya tentang jari diri ayahnya, Cindelaras sangat terkejut. Ia tidak pernah menyangka bahwa ayah kandungnya adalah Raja dan Ibunya adalah seorang ratu. Cindelaras pun memutuskan untuk pergi ke kerajaan dan menemui sang raja, yang tidak lain adalah ayahnya.

Setelah ia mendengarkan cerita dari sang ibu, Cindelaras pun akhirnya pergi ke istana raja untuk bertemu dengan sang ayah Raden Putra. Di dalam perjalananya, Cindelaras hanya ditemani oleh ayam jago ajaib nya tersebut.

Dalam perjalanannya, Cindelaras bertemu dengan beberapa orang. Mereka menantang Cindelaras untuk mengadu ayam. Cindelaras pun menerima tantangan tersebut. Di Dalam beberapa kali pertandingan, ayam juga jago cindelaras selalu menjadi juara.

Ketangguhan ayam jago cindelaras membuat masyrakat lainnya penasaran dan mengajukan tantangan. Akan tetapi, akhirnya sudah dapat diperkirakan bahwa ayam jago Cindelaras lah yang menjadi juara.

Ketangguhan ayam jago cindelaras pun menjadi sangat populer dan terkenal sehingga keseluruhan negeri tanpa kecuali sang raja. Akhirnya raja pun mengundang cindelaras ke istana raja tersebut. Rupanya raja tersebut ingin menantang ayam jagi milik cindelaras yang terkenal akan keajabaiban nya tersebut.

Raja pun membuat taruhan dengan cindelaras. Jika, ayam jago milik cindelaras yang menang maka raja akan memberikan semua perhiasan raja kepada cindelaras. Akan tetapi, jika ayam jago cindelaras kalah maka cindelaras harus siap akan terkena hukuman dan dijebloskan ke dalam penjara.

Akhirnya, kedua ayam jago tersebut pun bertarung. Ayam jago miliki sang raja terlihat sangat garang, ia tidak segan menghajar ayam jago cindelaras dari segala arah. Akan tetapi, ayam jago cindelaras tidak mau kalah. Setiap kali ia mendapatkan serangan, ia pun membalasnya dua kali lipat lebih keras dan tangkas dari serangan sebelumnya.

Setelah beberapa menit berlalu bertarung, rupanya ayam jago sang raja pun bernasib buruk sama dengna lawan-lawan sebelumnya, ia pun roboh. Dengan demikian, ayam jago cindelaras kembali memenangkan pertarungannya.

Pada saat orang-orang terpesona akan kehebatan ayam jago cindelaras, mereka pun bertambah terkejut lagi ketika ayam jago cindelaras mulai bernyanyi. Orang yang paling terkejut ialah sang raja, karena lagu yang telah ia nyanyikan si ayam jago tersebut berkaitan dengan dirinya.

"Tuanku adalah Cindelaras. Dia tinggal di hutan, dan ayahnya adalah seorang raja. Namanya adalah Raden Putra."

Raja pun bertanya kepada cindelaras, sipakah sebenarnya dia? Cindelaras akhirnya pun menceritakan semuanya, terutama tentang ibunya yang tinggal dihutan. Karena berat menanggung rasa bersalah seumur hidup, sang tabib istana bersengkongkol dengan selir, akhirnya mengakui kesalahannya tersebut.

Dia tidak pernah berniat sedikitpun untuk melukai atau membunuh raja. Yang bersalah adalah si selir yang ingin menyingkirkan sang ratu karena kecemburuannya tersebut.

Mendengar pengakuan sang tabib, raja pun marah dan memerintahkan para pengawal untuk memenjarakan si selir. Setelah itu, dengan segera raja pergi ke hutan untuk menjemput sang ratu, istrinya.

Setibanya dihutan, raja pun memohon maaf serta kepada sang ratu karena telah membuangnya dan juga anak dalam kandungannya ke hutan belantara. Ratu pun memaafkan sang raja. Setelah berada di dalam hutan bertahun-tahun, akhirnya sang ratu pun kembali ke istana dan kembali menempati singsananya yang pernah direbut oleh si selir. Sedangkan cindelaras menjadi seorang putra mahkota yang suatu hari nanti akan menjadi raja yang menggantihkan ayahnya tersebut.

Demikian lah akhir dari jalan cerita dongeng tentang sabung ayam pada jaman dahulu. Sekian dan terima kasih karena telah membaca artikel tersebut.

Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi kami Di :Instagram : id303_comwhatsapp : +6281326993756bbm : 7B3130BF | csid303line : cs.ID303wechat : ID303facebook : agen.bola.id303

2 visits |0 Comments|Reply

There are no comments on this post

Write a New Comment on Jalan Cerita Dongeng Tentang Sabung Ayam Pada Jaman Dahulu

Please Log In or Register to post comments.

[]